Rabu, 05 November 2014

Kenapa nama Suami tidak boleh disematkan/ cantumkan pada nama Istri?...

Menurut penjelasannya dari berbagai sumber yang dapat di percaya, tentang kenapa alasan wanita yang sudah bersuami tidak boleh memberikan nama suaminya di belakang namanya tersebut?.
sebagai wanita dewasa yang telah memiliki keluarga, tidak sedikit yang mancantumkan nama suami di nama akhirnya, mungkin dengan berbagai macam alasan. entah itu sebagai pemberitahuan status si istri tersebut karena telah menikah/dipersunting dengan suaminya. entah untuk alasan untuk menjaga dirinya dari laki - laki lain agar tidak digoda. dll.
banyak wanita muslimah setelah menikah, lalu menisbatkan namanya dengan nama suaminya. Misalkan: gita artika menikah dengan rahmat, kemudian gita artika memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi gita artika rahmat. (contoh nama "rahmat" di atas adalah nama kaka saya. luv u brother ).

Bagaimana hukum Islam mengenai perihal penamaan ini?
Dalam ajaran Islam, hukum penamaan adalah hal yang penting. Setiap pria ataupun perempuan hanya diperbolehkan menambahkan “nama ayahnya” saja di belakang nama dirinya dan mengharamkan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya di belakang namanya.
Meskipun nama tersebut adalah nama suaminya. Karena dalam Islam, nama lelaki di belakang nama seseorang berarti keturunan atau anak dari lelaki tersebut.
Sehingga, tempat tersebut hanya boleh untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua kandungnya.
Berbeda dengan budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain-lain.
jadi jika saya "gita artika", dan bapak saya bernama "marsan",  jika ingin menambahkan nama di akhir nama saya baiknya adalah  Marsan " Gita Artika Marsan ".  dan mungkin jika ingin nama suaminya di cantumkan, maka gunakanlah nama suami untuk anak - anak/keturunan kelak.

Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah,” (HR. Muslim dlm al-Hajj (3327) dan Tirmidzi). []
"islam itu indah bukan, karena semua sudah di atur di dalamnya tinggal kita terus belajar untuk menggali apa yang tidak kita ketahui"
status dunia memanglah indah, jika kita memaknainya. begitu pula jika sudah memiliki keluarga, tetapi setelah kita mencantumkan nama suami di akhir nama kita bukan berarti kita sudah menjadi istri yang baik. banyak cara yang dapat dilakukan untuk manjadi istri yang baik di mata suami.jadilah yang terbaik untuk para istri - istri. semoga kalian manjadi ahli surga.. amin ya robbal alamin.
"berbagai sumber"
"gie"

Jika minum air Panas, MENGAPA NABI MELARANG untuk MENIUPnya..??

Dihidangkan air yang panas di pagi atau malam hari, entah di dalamnya itu terdapat kopi, teh, etc. memang sangatlah enak, apalagi jika udara sedang dingin. setelah saya membaca sedikit ulasan tentang adanya larangan untuk tidak meniup ke minuman panas yang akan kita minum, saya sedikit tertarik untuk mengetahuinya. wah kenapa ya?.. 
Inilah jawabannya:
Nabi melarang sahabatnya meniup air panas yang
akan diminum. Beliau tidak menerangkan tetapi melarang keras hal tersebut. Ternyata dalam penelitian sains, air panas (H2O) yang bertemu dengan karbondioksida (CO2) yang dihembuskan olehmulut, maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3 (asam karbonat). Dan jika asam karbonat itu masuk dalam tubuh manusia,maka dapat menyebabkan penyakit jantung.
jadi baiknya jika ingin meminum air yang panas, akan lebih baiknya jika kita menunggunya hingga menjadi sedikit hangat dan dapat kita nikmati tanpa harus kepanasan dan menghirup H2CO3 tersebut.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).



"berbagai sumber"
"gie"

Kamis, 16 Oktober 2014

Surat Yasin, ayat 82-83

82. Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
83. Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

Ali Imran ayat 194.

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melaluin rasul - rasul Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengikari janji.


Rabu, 10 September 2014

“Hasbunallah wani’mal-wakîl,

Sore kemarin saya mendapatkan buku yang berjudul " Hasbunallah wani'nal- wakil" dari pegawai percetakan yang bekerja sama dengan perusahaan dimana saya bekerja sekarang ini. sebenarnya saya sudah punya buku tersebut, tetapi untuk menghormati beliau saya wajib berterima kasih atas niat baiknya telah memberikan ilmu sekaligus ilmu yang berada dalam buku tersebut, setelah saya pulang kerja dan saya lihat masih banyak waktu, akhirnya saya memutuskan untuk membaca ulang buku tersebut, kali ini beda, kenapa?, jawabannya adalah beda karena bukunya baru " itu saja heheheh"...
oh ya, “Hasbunallah wani’mal-wakîl, itu artinya "Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami,  sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami".maka dari itu setiap apapun yang terjadi atas kehendak dari ALLAH, SWT. sang pemilik seluruh alam jagat raya ini maka dengan izin dan ridho dariNYA tersebut terciptalah kehidupan didunia ini dan apa yang telah di gariskan, baik takdir baik ataupun takdir buruk.
Ini seperti pengalaman hidup saya. Dahulu pada saat saya masih kecil sekali, saya hanya berpikir usia saya hanya sampai sekian tahun saja ( saya ga sebutkan soalnya malu sama usia heheh ), setelah itu saya akan berada di kehidupan yang lain, tetapi ketika saya di rundung masalah akan sakitnya ibu saya, di situlah saya focus untuk mengobatinya dan tak terasa usia saya sudah melampauin batasan yang saya perkirakan, disuatu saat ketika saya sadar akan mineset yang saya ciptakan pada saat kecil dahulu, disitulah saya tidak ingin pergi dalam usia yang seperti itu, saya berharap ALLAH masih memberikan saya waktu untuk dapat menyelesaikan tugas saya sebagai anak, dan dikala itu juga saya merasakan bahwa saya belum sanggup untuk di tinggalkan oleh orang tua yang saya cintai. disitulah saya memulai untuk tau lebih banyak lagi agama, pastinya agama yang saya anut sejak kecil dan saya yakini hingga sekarang ini, apapun yang ALLAH gariskan kepada kita, maka patutlah kita untuk selalu bersyukur dan menyerahkan apapun semuanya dengan izin dan ridho dari ALLAH.SWT, janganlah bersikap sebagai tuhan atas diri kita sendiri. semua telah di gariskan kepada kita, maka berusahalah dengan sepenuh hati dan berikhtiarlah atas usaha yang dilakukan sehingga senantiasa apa yang terjadi atas izin dan ridho ALLAH. SWT. "semoga saya diberikan ampunan atas mineset yg saya ciptakan olehNYA."

 Sedikit keutamaan dari Hasbunallah wani'mal wakil :

1. Diriwayatkan bahawa ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tunku api, Jibril bertanya kepada baginda –Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?’Nabi Ibrahim lantas menjawab – “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah”.
“Hasbunallah wa ni’mal wakil” itulah kalimat yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim AS ketika akan dilempar ke kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Allah menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya dengan Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wa ni’mal wakil” Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
2. Nabi Muhammad s.a.w. juga diriwayatkan menyebut kalimah Hasbunallah wa ni’mal wakil ketika di dalam perang Badar, sehingga Allah memberikan kememangan kepada baginda.

Menurut saya buku itu bagus sekali, karena di kaji oleh tulisan yang sangat mudah di mengerti dan cukup ringan untuk sebuah buku pengetahuan agama. semoga yang memberikan ikhlas dan diberikan keberkahan oleh ALLAH.SWT atas niat baiknya untuk saya.
Semoga semua mahluk di rahmati ALLAH. SWT.. amin yarobbal alamin...
"gie"



Minggu, 01 Juni 2014

"PUISI RANGGA "

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci

Aku ngin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh

Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai ........




.

Minggu, 13 April 2014

Rahasia Agar Selalu Beruntung.

Kali ini lebih menarik jika membicarakan tentang Beruntung atau tidak beruntung, yang saya maksud disini beruntung dalam segi kehidupan. bagaimana kita memulai hidup, mejalaninya sampai pada akhinya kita akan kembali lagi kepadaNya yang Maha menciptakan kita.
Sepertinya jika kita melihat status sosial dari beberapa keluarga, kawan ataupun lingkungan, kita sering berkesimpulan jika mereka memiliki kelebihan materi tanpa harus bekerja keras itu lah orang - orang yang beruntung.
mindset yang seperti itu yang sering terpikir oleh orang - orang pada umumnya, yang membuat takut, malu, ataupun merasa sungkan untuk membuat sebuah relationship baik pertemanan maupun berbisnis.
sejatinya apa akan lebih jika manusia itu saling bersinergy antara satu dan yang lainnya. bukankah ALLAH menciptakan  seisi dunia ini saling berpasang - pasang. "kaya dan miskin, laki - laki dan perempuan, tua dan muda dst " bayangkan bila semua saling bersinergy dengan baik. pasti akan menyadari bahwa ALLAH itu maha adil.
Beberapa hari laku seperti biasa guru saya  (Achmad Taqiyudin, Lc., MA) menshare tentang rahasia agar selalu beruntung dan cara mengambil hikmah dari sebuah pelajaran. berikut saya share semoga bermanfaat untuk kita semua, dan semoga kita selalu dalam lingdungan ALLAH SWT. amin yarobbal allamin.
 
Apakah keberuntungan dan kesialan sudah suratan takdir? Adakah cara agar kita selalu jadi orang yang beruntung? Untuk mengetahui jawabannya, kita lihat penelitian berikut.

Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa ada orang yang (merasa) selalu beruntung, sementara sebaliknya ada yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.
Metode penelitiannya sebagai berikut:

Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Dalam salah satu sesi The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar.

Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!". Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang.

Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Warren Buffet/apollokidz.com
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya.

Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.
Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

Coba saja lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses yang kamu kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya.

Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.
Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit".

Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekarang, bagaimana kita menyikapi kesimpulan Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan. Intinya adalah: memiliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.

Dengan terus memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kita menjadi 'ringan' dan hasilnya: memancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.
"gie"