Minggu, 13 April 2014

Rahasia Agar Selalu Beruntung.

Kali ini lebih menarik jika membicarakan tentang Beruntung atau tidak beruntung, yang saya maksud disini beruntung dalam segi kehidupan. bagaimana kita memulai hidup, mejalaninya sampai pada akhinya kita akan kembali lagi kepadaNya yang Maha menciptakan kita.
Sepertinya jika kita melihat status sosial dari beberapa keluarga, kawan ataupun lingkungan, kita sering berkesimpulan jika mereka memiliki kelebihan materi tanpa harus bekerja keras itu lah orang - orang yang beruntung.
mindset yang seperti itu yang sering terpikir oleh orang - orang pada umumnya, yang membuat takut, malu, ataupun merasa sungkan untuk membuat sebuah relationship baik pertemanan maupun berbisnis.
sejatinya apa akan lebih jika manusia itu saling bersinergy antara satu dan yang lainnya. bukankah ALLAH menciptakan  seisi dunia ini saling berpasang - pasang. "kaya dan miskin, laki - laki dan perempuan, tua dan muda dst " bayangkan bila semua saling bersinergy dengan baik. pasti akan menyadari bahwa ALLAH itu maha adil.
Beberapa hari laku seperti biasa guru saya  (Achmad Taqiyudin, Lc., MA) menshare tentang rahasia agar selalu beruntung dan cara mengambil hikmah dari sebuah pelajaran. berikut saya share semoga bermanfaat untuk kita semua, dan semoga kita selalu dalam lingdungan ALLAH SWT. amin yarobbal allamin.
 
Apakah keberuntungan dan kesialan sudah suratan takdir? Adakah cara agar kita selalu jadi orang yang beruntung? Untuk mengetahui jawabannya, kita lihat penelitian berikut.

Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa ada orang yang (merasa) selalu beruntung, sementara sebaliknya ada yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.
Metode penelitiannya sebagai berikut:

Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Dalam salah satu sesi The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar.

Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!". Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang.

Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Warren Buffet/apollokidz.com
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya.

Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.
Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

Coba saja lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses yang kamu kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya.

Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.
Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit".

Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekarang, bagaimana kita menyikapi kesimpulan Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan. Intinya adalah: memiliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.

Dengan terus memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kita menjadi 'ringan' dan hasilnya: memancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.
"gie"




Rabu, 09 April 2014

KULTIVASI


Olah ( Kultivasi ) adalah olah hati atau jiwa dengan tujuan yang benar, Sedikit niatan yang salah. maka seluruh hasil olah Spiritual kita akan menjadi milik mahluk lain (iblis). " Ya ALLAH, Dzat Yang Maha Mutlak, Lindungilah kami dari tipu daya iblis dan ego kami, hingga yang paling samar yang tak kami sadari.
Manuasi terdiri dari unsur utama yaitu:
* Roh
* Jiwa
* Jasad ( tubuh fisik )

- Roh adalah kesadaran Illahi yang berasal dari alam perintah (* AR-Ruh min Amri Rabbi ) "ruh ditiupkan      pada manusia langsung dari lapisan nirwana tanpa mengalami evolisu atau mengambil bentuk atau penurunan kualitas ilahi di tingkatan dimensi sebagai jiwa, oleh karena itu ia tetap suci, Ruh ditiupkan dan masuk kedalam jiwa dan menjadi kesadaran tambahan bagi jiwa. Karena itulah jiwa manusia manjadi berbeda dengan jiwa makhluk lainnya. pada manusia biasa akses tertutup oleh hijab yang belum termurnikan".

- Jiwa dalah Sang Diri/ Ego Diciptakan dari kualitas spiritual. jiwa mempunyai potensi " baik/cahaya" dan potensi "buruk/gelap" jiwa adalah Kesadaran Utama yang bertanggung jawab atas semua perbuatan manusi.
  - kesadaran jiwa terdiri dari 3 bagian:
     * a. Kesadaran Lahiriah : Sadar.
     * b. Kesadaran Bawah : Bawah Sadar.
     * c. Kesadaran Tinggi : Super Sadar.

- Tubuh adalah tempat atau wadah untuk jiwa manusia. tubuh mempunyai lapisan-lapisan (multi-tubuh) dari yang kasar dan dapat ditangkapoleh indra lahir hingga yang halus yang hanya dapat ditangkap oleh indra batin, sesuai dimensi vertikal.
(sumber: achmad Taqiyudin, Lc,MA)
"gie"

Jumat, 04 April 2014

....Yuk kita Sholat...

Sholat adalah wujud penghambaan kita kepada Allah. Sholat adalah saat di mana kita merajuk dan memohon kepada Allah. Sholat adalah bukti bahwa kita bukan orang-orang yang sombong di hadapan Allah. Yaitu orang-orang yang merasa tidak butuh kemurahan, bantuan, petunjuk, pengetahuan, rejeki dan segala kenikmatan lainnya dari Allah.
Allah telah memberikan segala yang kita butuhkan untuk menikmati kehidupan dunia ini. Namun lima kali lima menit untuk sekedar menempelkan dahi ini ke tanah tidak jarang merupakan hal yang berat bagi kita. Lima kali lima menit untuk menyampaikan rasa terima kasih kita kepada Allah. 
Lima kali lima menit yang akan membersihkan diri dari dosa. Yang akan mengekalkan nikmat Allah atas diri kita. Lima kali lima menit yang berbuah surga.
 Sholat adalah bentuk kepatuhan dan kewajiban kita sebagai mahluk ciptaannNYA. walaupun mudah dilakukan dan tidak lama waktu pengerjaannya, tetapi sholat susah sekali untuk dilakukan dikarenakan banyak sekali tantangannya...
Yuk Kita Sholat.. walau susah untuk didirikan tetapi orang - orang yang berjalan di jalan ALLAH adalah orang - orang berjalan bersamaan dengan RidhoNYA..
Allah SWT menegaskan bahwa tidaklah manusia dan jin diciptakan kecuali untuk beribadah kepada-Nya (QS Adz-Dzariyat: 56). Ini artinya, setiap waktu kita harus selalu beribadah kepada Allah SWT. Salah satu bentuk ibadah yang dimaksud adalah sholat, disamping ibadah-ibadah lainnya dalam pengertian yang luas – yaitu apapun yang mendatangkan ridha Allah SWT.
Adapun hikmah dari diwajibkannya sholat setiap hari tanpa adanya hari libur, yang jumlahnya lima kali dalam setiap harinya, adalah agar kita tidak pernah lepas dari keadaan bersujud kepada Allah SWT, dimana sujud adalah ibadah yang paling utama, simbol ketundukan hamba kepada Tuhannya, dan juga keadaan dimana seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya.Disamping itu, kita juga harus selalu menunaikan sholat, lima kali setiap hari, agar hubungan kita dengan Allah SWT tidak pernah terputus. Agar kita senantiasa ingat kepada-Nya. Setiap sekian jam kita berurusan dengan dunia harus di-break dengan sholat, agar kita ingat kembali kepada Sang Pencipta dan Sang Penguasa.
Itulah mengapa kita harus menunaikan sholat setidak-tidaknya lima kali setiap hari. Bagi orang-orang yang tidak beriman dan tidak paham, sholat akan dianggap sebagai beban yang berat. Mereka berpikir, lima kali setiap hari adalah jumlah yang sangat memberatkan. Padahal kalau kita ingat peristiwa Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah saw sudah menawar frekuensi sholat wajib dari lima puluh kali setiap hari menjadi lima kali saja.
Orang-orang yang tidak beriman dan tidak paham mungkin juga berpikir bahwa sholat hanya akan mengurangi efisiensi dan produktivitas. Lagi asyik-asyiknya bekerja, kenapa harus berhenti untuk sholat? Jumlah jam kerja juga bisa berkurang gara-gara sholat. Inilah yang ada dalam pikiran mereka. Mereka hanya berpikir secara sempit. Mereka lupa atau mungkin tidak mengerti bahwa manusia itu diadakan dengan tujuan asasi untuk beribadah kepada Allah SWT. Seandainya mereka memahami kehidupan secara lebih holistik seperti ini, niscaya pandangan sempit mereka akan berubah. Lagipula, pikiran dan jiwa manusia itu butuh istirahat. Dan sholat adalah salah satu sarana terbaik untuk itu. Rasulullah saw berkata kepada muadzinnya, Bilal ra, “Wahai Bilal, rehatkanlah kami dengan sholat.” Ya, dengan sholat pikiran dan jiwa akan kembali menjadi segar. Lalu dengan pikiran dan jiwa yang segar, kita justru akan bisa bekerja dengan lebih baik, lebih efisien, dan lebih produktif...
YUK MARI KITA SHOLAT....Love U ALLAH.
"gie"

Kamis, 03 April 2014

Asal Usul Manusia :

Dengan Nama ALLAH swt yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 Setiap manusia haruslah mengetahui siapa dirinya, kenapa dia dilahirkan, dan apa tujuan dan tugas2 hidupnya, berapa lama dia bisa hidup di dunia ini, dan kemana dia pergi setelah meninggalkan dunia ini?
Kalau manusia tidak bisa menjawab dengan benar, maka hidupnya seperti manusia yang hidup di hutan2 yang menutup auratnya dengan daun daunan. Mereka tidak berilmu.
Mereka tidak tahu tujuan&TUGAS hidupnya. Mereka menjalankan hidup seperti binatang saja yaitu kawin, beranak, dan kalau sudah dewasa anak di kawinkan lagi demikian seturusnya dan terakhir meninggal dunia.
Orang orang yang tinggal di kota pun banyak yang tidak mengetahui tujuan & TUGAS hidupnya. Ada yang mengatakan untuk mencari hidup yang bahagia, berkeluarga serta membesarkan dan mendidik anak2.
Mencari hidup yang bahagia juga bermacam macam;
ada yang bertapa, berzikir berjam jam di kamar yang gelap,ada yang hidup sederhana, ada yang mencari uang untuk memenuhi keinginannya, dll.
Apakah tujuan & TUGAS hidup mencari bahagia menutut ALLAH? Jawabannya adalah tidak.
Pendapat ulama2/usztad2 pun berbeda beda.
Ada sebahagian ulama mengatakan untuk mencari ALLAH atau mendekati diri kepada ALLAH dengan berzikir (memuji2 ALLAH) dlm kamar, dan bertapa.
Ada yang mengatakan untuk beribadah kepada ALLAH dengan menjalankan shalat, puasa,naik haji dan berzakat. Kalau rukun islam ini sudah dikerjakan,sudah merasa berislam yang benar. Mana yang benar cara2 demikian?
Untuk mendapatkan jawaban yang benar mari kita lihat Al quran yang di buat oleh ALLAH. Yang mana ALLAH juga menciptakan manusia, sudah tentu ALLAH lah yang Maha Tahu akan ciptaannya bukan?
Dalam AL Quran ALLAH telah dijelaskan dengan detail dan sempurna.
Selama ini kita sering mendengar dari ulama2 yang menjelaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada ALLAH sebagaimana ayat QS 51:56 menjelaskan.
“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”
Beribadah (worship) kepada ALLAH diartikan menyembah(shalat) kepada ALLAH, berpuasa, naik haji, berbuat kebaikan2 dll.Kalau sudah menjalankan rukun islam ini(ritual), maka mereka sudah merasa beragama dengan benar.
Sesungguhnya bukanlah demikian menurut ALLAH. Penjelasan seperti diatas itu belumlah sempurna, sehingga hasilnya pun juga tidak sempurna. Seperti kita lihat masarakat islam sekarang ini yang masih terbelakang.
Beribadah kepada ALLAH bukanlah menyembah ALLAH saja, bukan menjalankan rukun islam yang lima saja, dan berbuat kebajikan saja, tetapi maknanya jauh dari itu.
Kalau diartikan seperti diatas ini,maka kita lihat hasilnya adalah masarakat yang tidak produktif alias miskin.Sangat menyedihkan bukan?
Beribadah kepada ALLAH SWT artinya mengabdi atau bekerja untuk ALLAH dengan sungguh2.
ALLAH adalah Raja di Raja di bumi dan dilangit ini. Sebagai hamba2 atau pekerja2 (kariawan2) ALLAH,maka manusia seharusnya patuh dan taat mengikuti semua peraturan2 ALLAH bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berkerja di dunia ini.
Semua peraturan2 ALLAH itu tertulis dalam kitab2 sucinya; Taurat,injil dan AL Quran. Al Quran adalah buku pedoman hidup manusia yang terakir, dan sempurna.
Kita sudahtahu apa tujuan hidup kita yaitu mengabdi atau bekerja untuk ALLAH.
Mari kita lihat pula dalam AL Quran,apakah tugas2 hidup manusia di bumi ini sebagi pekerja2 dari ALLAH?
Jadi ada dua macam; satu tujuan hidup, dan kedua adalah tugas hidup;
Inilah[b] tugas hidup manusia seperti ALLAH mengatakan sebagai berikuti;[/b]
“Dialah yang telah menciptakan kamu dari bumi (tanah), dan menjadikan kamu pemakmurnya. (QS.11:61). (menghuni dan mengolah hasil bumi untuk kemakmuran umat manusia, kalau mengingkari perintah ALLAH ini, hidup manusia seperti manusia di hutan2 sama dengan kehidupan bintang.). .
Perintah ALLAH kepada Nabi Adam, Nabi Musa, dan Muhammad saw adalah sama yaitu manusia yang diciptakan oleh ALLAH ini harus bekerja keras,sungguh2 untuk memakmurkan bumi, artinya memakmurkan keluarga,masarakat dan umat.Nanti setiap manusia akan diminta pertanggung jawaban. Siapa yang rajin bekerja untuk ALLAH dan siapa2 yang malas malas bekerja untuk ALLAH.
Anda dapat melihat manusia2 yang tidak mempunyai ilmu, tidak mempunyai (Diin) buku pedoman hidup dari ALLAH, seperti manusia2 yang tinggal di hutan2.
Baju mereka masih terbuat dari daun2 untuk menutupi auratnya, dan tempat tinggal juga terbuat dari daun2 untuk melindungi dari hujan dan panas.
Sampai hari ini kita masih dapat melihat manusia2 yang tidak mendapat ilmu di hutan2. Dari satu generasi ke negerasi berikutnya. Sudah ribuan tahun mereka tetap tidak mempunayi ilmu untuk membangun pradapan yang islam yang maju,modren.
"gie"